Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2017

Lagu Khas Ngawi

 
 Image result for Lagu khas ngawi
 
Langit Mendhung Kutho Ngawi
Vokal : Rika Asbi
Ciptaan : Dhalang Poer
Dalan iki biyen nate tak liwati
Nalikane langit mendhung kutho ngawi
Sendang glagah wis ginurit jroning ati
Saben liwat aku ora biso lali
Tak ulati isih koyo wingi uni
Ora kroso luh tumetes mbrebes mili
Roso nglangut yen katon pan tanpo pagut
Katresnanku rinenggut purbaning pesthi
reff :
Dalan iki biyen nate tak liwati
Nalikane langit mendhung kutho ngawi
Sendang glagah wis ginurit jroning ati
Saben liwat aku ora biso lali
Tak ulati isih koyo wingi uni
Ora kroso luh tumetes mbrebes mili
   Mungkin ini adalah sebagian lagu dari Ngawi yang perlu anda ketahui, tapi masih banyak lagi lagu yang ada jadi jangan sampai ketinggalan ya. Bisa dinyanyikan dengan hati yang gembira. Biasanya lagu ini dinyanyikan saat pesta pernikahan.

Tari Bedhaya Srigati

    Image result for Tari Bedhaya Srigati
             Tari Bedoyo Srigati ini adalah tarian sakral yang biasanya menjadi tarian upacara adat pada waktu Ganti Langse di obyek wisata spiritual Pesanggrahan Srigati . Tarian Ini ditarikan oleh paling sedikit 10 penari yang semua harus masih gadis. Saat ini Tari Budoyo Srigati juga biasa ditampilkan pada saat ada jamuan tamu yang berkunjung di Ngawi. Ditarikan oleh para gadis cantik dengan pakaian tradisional yang indah dan gerak yang lembut, Budoyo Srigati sangat menarik untuk ditonton.Pertunjukan tari Bedhaya Srigati disajikan pada saat prosesi mengganti kain (ganti langse). Sebelum penari Bedhaya Srigati melakukan gerakan kapang-kapang, diawali dengan bawa Dandhanggula Singgah-Singgah yang berbunyi: 
Singgah-singgah kala singgah 
Pan suminggah durga kala sumingkir 
Singa ama singa wulu, Singa suku 
singa sirah 
Singa tenggak klawan kala singa buntut 
Pada sira suminggaho, Muliha asal ireki 
Artinya: 
Segala bentuk kala yang berarti jerat, rintangan, halangan, 
bebendu hidup oleh karena gangguan dari para parasit, dari 
yang terbawah hingga pimpinannya yang disebut sebagai kala- 
durga diikat menjadi satu. Parasit-parasit dengan sebutan singa 
ama, singa wulu dan lainnya bekerja menjerat dan 
menghalangi langkah hidup manusia, diminta untuk 
menyingkir dan tidak menghalangi jalan hidup manusia. 
Mereka diperintahkan kembali ke alamnya dan tidak menjadi  parasit pada jiwa manusia

Gamelan Ngawi Jawa Timur

Image result for Gamelan jawa


      Gamelan adalah suatu istilah untuk berbagai jenis alat musik yang dimainkan di Indonesia. Inin adalah unsur penting musik tradisional Indonesia. Masing-Masing jenis gamelan sedikit berbeda dari lainnya; bagaimanapun, mereka semua mempunyai organisasi yang sama, gamelan terdiri atas satuan gong perunggu, gong-chimes, metallophones, drum, satu atau lebih suling. Dalam beberapa desa/kampung gamelan, perunggu kadang-kadang digantikan oleh besi, kayu, atau bambu. gamelan yang paling populer dapat ditemukan di Pulau Jawa,khususnya Ngawi Jawa Timur.


     Gong Ageng adalah gong yang paling besar di dalam gamelan Jawa. Gong Ageng mempunyai suatu permukaan datar dengan suatu tombol yang menonjol di pusat dari permukaannya. Banyaknya Gong Ageng di gamelan Jawa bervariasi, Pada umumnya akan ada sedikitnya satu Gong Ageng, dan pada umumnya digantungkan di belakang gamelan.
Gong Ageng adalah juga instrumen yang paling utama pada gamelan Jawa. Orang percaya bahwa Gong Ageng menjadi roh dari gamelan, karenanya, adalah menjadi item yang paling terhormat didalam gamelan. Seperti kebanyakan gong, kecuali Bonang, fungsi Gong Ageng lebih untuk pemberian tanda baca.

       Kendang lebih kecil dari Bedug. Kendang mempunyai ukuran berbeda-beda. Kedua sisi kepala dari kendang ditutup suatu kulit, pada umumnya dari kerbau liar atau kambing. Masing-masing kendang mempunyai dua ukuran kepala berbeda, satu sisi adalah lebih besar dari lainnya. Kepala Yang lebih besar menghasilkan bunyi yang lebih rendah.
Kendang diletakkan dengan dudukan kayu kecil. Kendang yang paling kecil (Kendang Ketipung) diletakkan di pangkuan dari pemain kendang. Pemain menggunakan tangan nya untuk memainkan kendang.
Nama jenis kendang dari yang paling besar ke yang paling kecil adalah: Kendang Gending, Kendang Wayangan, Kendang Ciblon, dan Kendang Ketipung.

Kamis, 07 September 2017

Tari Orek-Orek Ngawi

         Related image
Tari Orek-Orek merupakan kesenian khas Kabupaten Ngawi. Tari Orek-Orek diciptakan sebagai pengganti kesenian Orek-Orek yang telah punah. Kesenian Orek-Orek bukanlah seni tari melainkan seni drama. Tari Orek-Orek pernah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai penari masal dengan jumlah penari terbanyak pada tahun 2014.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana sejarah lahirnya kesenian Tari Orek-Orek di Kabupaten Ngawi?; 2) Bagaimana pementasan Tari Orek-Orek?; 3) Bagaimana perkembangan kesenian Tari Orek-Orek di Kabupaten Ngawi tahun 1981-2014?; 4) Apakah makna simbolik yang ada pada Tari Orek–Orek tersebut? Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Tari Orek-Orek yang tumbuh dan berkembang pada tahun 1981 hingga 2014. Setting penelitian dilakukan di Sanggar Sri Budaya, Ngawi.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebelum Tari Orek-Orek ini diciptakan pada tahun 1981, pada tahun 1940-an terdapat suatu kesenian drama yang bernama Orek-Orek. Tari Orek-Orek lahir untuk menggantikan peran kesenian Orek-Orek sebagai kesenian khas Ngawi yang telah punah. Sejak tahun 1981 hingga 2014 Tari Orek-Orek telah mengalami perkembangan, seperti perubahan pada musik pengiring yang pada awalnya menggunakan satu set gamelan menjadi hanya keyboard dan kendang, serta kostum penari Tari Orek-Orek yang pada awalnya tidak diharuskan menggunakan warna merah dan kuning menjadi selalu menggunakan warna tersebut, kemudian kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngawi yang kian gencar melakukan upaya demi melestarikan Tari Orek-Orek, seperti pelatihan Tari Orek-Orek terhadap guru se-Kabupaten Ngawi dan pemecahan rekor MURI. Jika dikaji lebih mendalam, pada Tari Orek-Orek terdapat makna simbolis yang terkandung di dalamnya, seperti pada kostumnya dan gerakannya yang menggambarkan seseorang yang bekerja keras. Selain memiliki makna simbolis, Tari Orek-Orek juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti nilai religius (berdoa kepada Tuhan), nilai moral (kesungguhan dalam bekerja), dan nilai keindahan.
 

Blogger news

Blogroll

About