Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2017

Gerabah dari Ngawi

Perajin gerabah alat dapur di Ngawi, Senin (29/6/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)
   Perajin menjemur gerabah alat dapur yang dibuatnya di Ngawi, Jawa Timur, Senin (29/6/2015). Sejumlah perajin di kawasan tersebut mengeluhkan terjadinya penurunan produksi sejak beberapa bulan terakhir akibat persaingan yang semakin ketat dengan alat dapur aluminium buatan pabrik.
Kerajinan Tangan Dari Botol Bekas – Botol plastik merupakan diantara jenis barang bekas yang tentunya dapat kita manfaatkan menjadi bahan kerajinan tangan. Untuk membuatnya bisa loh dengan sendiri, di sekitar lingkungan kita tentunya amat gampang dan banyak dijumpai botol botol plastik bekas minuman dari berbagai jenis merk.
                                                                   





     Pengrajin gerabah Kabupaten Ngawi, satu demi satu mulai meninggalkan usaha mereka. Alasannya, produksi gerabah yang berupa perkakas dapur tradisional serta perlengkapan upacara adat mulai ditinggalkan pembeli lantaran beralih ke barang produksi pabrikan. Namun tak demikian dengan Sikem (55), warga Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, tetap telaten menekuni usaha gerabahnya.
“Sesuatu itu kalau ditekuni akan bermanfaat bagi kita maupun orang sekitarnya,” terangnya kepada pewarta media. 
        Masih ungkap perempuan paruh baya penyandang Difabel ini, bahwa mulai dari mencari bahan baku tanah liat dan pencamputran serta pembentukan sesuai peruntukan dia kerjakan sendiri.
Sedang untuk proses akhir masuk pembakaran, dirinya dibantu oleh sang keponakan, Muhamad Imron yang masih duduk dibangku SD.
Kemudian kata Sikem semua gerabah yang sudah melalui proses pembakaran satu persatu disortir kwalitasnya yang tujuanya konsumen tidak kecewa.
Dia mengaku untuk memasarkan hasil kerajinanya semua pengepul maupun pedagang datang kerumahnya dengan harga yang sudah dipatok tergantung jenis gerabahnya.
Image result for kerajinan gerabah

Limbah Koran Disulap Jadi Kerajinan

Warga Ngawi sulap limbah koran jadi kerajinan
    Seorang warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berhasil "menyulap" limbah koran bekas menjadi berbagai barang kerajinan rumah tangga cantik yang memiliki nilai jual tinggi hingga beromzet jutaan Rupiah.Ide membuat kerajinan rumah tangga dari limbah koran bekas tersebut dilakukan oleh Marhenes Putra Sukma Wibawa, warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.dapun para pekerjanya adalah sejumlah warga desa setempat yang ia berdayakan. Sehingga, warga desa yang kebanyakan adalah kaum ibu tersebut, dapat memperoleh penghasilan tambahan untuk kebutuhan hidup keluarganya.Wiwik, salah satu warga desa setempat yang ikut bekerja di tempat kerajinan limbah koran tersebut, mengaku sangat senang bisa bergabung. Selain bisa mendapat tambahan penghasilan, ia mendapat banyak pengalaman.
Illustrasi/foto kerajinantangantop.blogspot.com
Warga Ngawi, Jawa Timur kini punya kesibukan tersendiri yang bisa menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah dalam sebulan. Kesibukan mereka adalah mengolah limbah koran bekas menjadi barang kerajinan rumah tangga cantik yang memiliki nilai jual tinggi.
Ide untuk mengolah limbah koran bekas tersebut mulanya tercetus dari Marhenes Putra Sukma Wibawa, warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, seperti dilansir dari ANTARA.
“Limbah koran tersebut saya jadikan bahan baku untuk membuat tempat tisu, tempat minuman gelas mineral, vas bunga, dan masih banyak lagi,” ujar Marhenes Putra Sukma Wibawa.
Marhenes mengaku telah menggeluti usahanya sejak beberapa tahun terakhir. Usahanya mengolah limbah koran itu berawal dari tempat tinggalnya yang dekat dengan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Ngawi.


Ukir Kayu Jati

       Related image
Apabila melintas wilayah Ngawi dalam momen mudik lebaran kali memang belum lengkap kalau belum singgah sejenak melihat dari dekat aneka souvenir limbah kayu jati. Berbagai varian jenis ukiran limbah kayu jati tersebut terpampang di galeri pinggiran jalur Ngawi-Solo tepatnya Desa Banjarejo, Kecamatan Kedunggalar.
Ekayanti salah satu pemilik galeri menyebutkan peluang mengais rupiah pasca lebaran 1436 H cukup terbuka lebar. Para peminat yang notabene pemudik dari luar kota paling tidak menyempatkan diri berbelanja souvenir aneka pernak-pernik ukiran limbah kayu jati lebih dari dua macam. “Rata-rata mereka singgah disini memborong aneka souvenir hingga menghabiskan sekitar Rp 500 ribu lebih untuk dibawa ke tempat kerjanya usai liburan di kampung halaman,” terang Ekayanti, Kamis (23/07).
       Menurut dia, peningkatan sudah mulai terjadi sejak H+2 lebaran lalu. Seiring dengan puncak arus balik pemudik akhir pekan ini, penjualan kerajinan dari limbah kayu jati di galerinya terus meningkat. Beragam bentuk kerjinan limbah kayu jati dijual di tempat ini. Mulai dari tempat minuman, guci, berbagai bentuk jenis hewan, furnitur, dan bentuk-bentuk lainnya. Untuk harga jelas Ekayanti, sangat terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu sampai jutaan rupiah.
Tergantung dari besar dan kecilnya barang yang diminati. Selain menarik untuk dikoleksi, kerajinan dari limbah kayu jati ini sangat cocok untuk hiasan rumah. Kerajinan limbah kayu jati hasil produksinya ditanggung awet dan kwalitas ekspor karena bahan dasarnya asli kayu jati. Vivi salah satu pengunjung dari Malang, Jawa Timur, mengatakan, sangat tertarik dengan kerajinan yang terbuat dari kayu, terlebih hasil buah tangan para pengrajin dari Ngawi.
“Setiap kali mudik lebaran pasti saya mampir digaleri sini untuk mencari aneka ukiran seperti yang saya beli, minimal habis satu juta,” terangnya. Kemudian diperkirakan kunjungan para pemudik masih terus terjadi hingga akhir pekan ini seiring dengan berakhirnya liburan lebaran. pr

Kamis, 07 September 2017

Anyaman Khas Ngawi

Image result for kerajinan ngawi anyaman 

 Image result for kerajinan ngawi anyaman


       Tas Anyaman dan kerajinan langsung dari pengrajin dan pembuatnya, asli dari ngawi ( kec pangkur, dan Kec Karangjati). Kerajinan tas anyaman dari bahan plastik di sentra kerajinan tas anyaman plastik Manunggal di Desa Poh Konyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, telah berhasil menembus pasar ekspor.
        Pemilik usaha kerajinan tas anyaman plastik Manunggal, Suwardi, Senin mengatakan, kebutuhan ekspor tas ini cukup besar dengan omset mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Selain memenuhi kebutuhan pasar di sejumlah daerah di Indonesia, tas anyaman plastik ini juga sangat diminati pasar luar negeri.
“Ekspor tas dilakukan, khususnya ke negara Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan Korea. Permintaannya lumayan tinggi, terlebih Negara Jepang,” ujar Suwardi.
Menurut dia, melalui 15 tenaga kerja yang dimilikinya, Suwardi mampu menghasilkan lebih dari 20 ribu buah tas plastik setiap bulannya. Sedangkan, rata-rata jumlah ekspor ke beberapa negera tersebut, hingga mencapai 10 ribu tas setiap bulannya.
Harga jual tas khusus untuk yang diekspor, berkisar antara Rp11 ribu hingga Rp170 ribu per 10 buahnya. Sementara untuk pasar lokal, di jual antara Rp5 ribu hingga Rp60 ribu per buahnya.
“Untuk memenuhi pasar lokal, dibutuhkan hingga 10 ribu tas setiap bulannya. Pasarnya ke berbagai kota besar di Indonesia,” terang dia.
Omset penjualannya sendiri hingga mencapai ratusan juta Rupiah setiap bulannya. Namun ia mengaku masih kesulitan tenaga kerja yang terampil untuk memenuhi pesanannya. Terlebih saat musim tanam dan panen, merupakan saat sulit mendapatkan tenaga kerja.
“Biasanya kalau masa tanam dan panen, warga desa sekitar banyak yang bekerja di lahan mereka sendiri. Namun setelah itu, mereka balik lagi. Pekerja saya yang tetap berjumlah 15 orang,” kata Suwardi.
           Usaha ini sendiri sudah berjalan sejak 15 tahun terakhir. Ide usaha ini justru berawal setelah Suwardi terkena pemutusan hubungan kerja di salah satu perusahaan tas anyaman di Jakarta.
Awalnya, pengembangan bisnis ini terkendala modal. Ia mengaku telah berulang kali mengajukan bantuan kredit dan modal dari dinas terkait Pemerintah Kabupaten Ngawi, namun tidak pernah ada realisasi.
         Berbekal dengan kegigihannya, ia terus berkarya dan mengikuti berbagai pameran. Kini usahanya telah menembus pasar luar negeri.
Untuk mengembangkan usahanya, pihaknya harus melatih sejumlah warga desa sekitar agar memiliki kemampuan bekerja membuat anyaman tas ini. Hal ini dilakukan karena proses usaha yang digelutinya cukup menjanjikan.
    Kerajinanyang cukup indah ya? Bagaimana tertarik untuk mengunjungi kota Ngawi?Atau tertarik untuk membeli barang-barangnya? Ayo segera kunjungi kota Ngawi. 
 

Blogger news

Blogroll

About